Sahabat Banau: Prajurit TNI Mengajar Anak Papua di Beoga

    Sahabat Banau: Prajurit TNI Mengajar Anak Papua di Beoga
    Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau merajut asa lewat pendidikan. Di Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Sabtu (21/2/2026).

    PUNCAK - Di tengah hamparan pegunungan Papua yang memukau namun menyimpan tantangan, prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau tak hanya menjaga perbatasan, namun juga merajut asa lewat pendidikan. Di Kampung Jampul, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Sabtu (21/2/2026), Pos Jampul menjelma menjadi ruang kelas dadakan yang penuh keceriaan.

    Dipimpin langsung oleh Komandan Pos Jampul, Letda Inf Djemmy, dan dikoordinir oleh Sertu Ismar, para prajurit dengan penuh semangat membagikan ilmu kepada anak-anak Papua. Bukan sekadar teori, sesi belajar mengajar diramu dengan metode interaktif yang diselingi permainan edukatif. Tujuannya sederhana: menciptakan suasana belajar yang riang gembira, selayaknya bermain, namun sarat makna.

    Sorot mata penuh rasa ingin tahu terpancar dari wajah-wajah mungil para siswa. Mereka tak ragu mengajukan pertanyaan, berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Pendekatan humanis yang ditawarkan para prajurit ini terbukti ampuh membangkitkan semangat belajar anak-anak di wilayah yang akses pendidikannya masih terbatas.

    "Keterbatasan guru adalah kendala nyata yang dihadapi sekolah di wilayah perbatasan. Kehadiran personel kami di sini adalah upaya untuk mengisi celah tersebut, meskipun sifatnya sementara. Program ini adalah wujud bakti TNI di bidang pendidikan, dan kami berkomitmen terus mendampingi anak-anak ini, " tegas Letda Inf Djemmy, Danpos Jampul.

    Ia menambahkan, pendidikan adalah kunci masa depan. Dukungan moril dan tenaga yang diberikan Satgas diharapkan mampu menjadi motivasi berharga bagi para siswa untuk terus menggapai cita-cita.

    Antusiasme tak hanya datang dari anak-anak, namun juga dari para orang tua. Mama Tenekel, salah satu warga Kampung Jampul, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

    "Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Mereka membawa energi dan cara mengajar yang baru, yang sangat disukai anak-anak kami. Bantuan ini sangat berarti karena anak-anak mendapat perhatian lebih dalam belajar, " ujarnya.

    Program yang diberi nama "Sahabat Banau" ini merupakan bukti nyata komitmen Satgas Yonif 732/Banau dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas, sinergi antara prajurit dan masyarakat menjadi harapan besar untuk melahirkan generasi Papua yang cerdas dan berdaya saing.

    (Wartamiliter)

    sahabatbanau yonif732banau satgaspamtas beoga kabupatenpuncak papua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Sentuhan Kemanusiaan Satgas Yonif 113/JS...

    Artikel Berikutnya

    Marinir Hadir di Faankahrio: Sembako dan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Yonif 753 Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Warga Muara Papua
    Indonesia-Georgia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi
    Sahroni Desak Kapolda Babel Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras
    Pekerja Kreatif Rentan Dikriminalisasi, DPR Desak Kolaborasi dalam Berikan Perlindungan Hukum
    Sentuhan Medis TNI di Pedalaman Papua: Satgas Yonif 753/AVT Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Warlef

    Ikuti Kami