PUNCAK - Jangkauan layanan kesehatan yang masih terbatas di pegunungan Papua tak lagi menjadi penghalang bagi warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Pos Pintu Jawa dari Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya pada Senin (23/2/2026) membuka pintu harapan dengan menggelar pelayanan kesehatan gratis. Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI dalam upaya pembinaan teritorial sekaligus merajut hubungan erat dengan masyarakat yang haus akan sentuhan medis dasar.
Suasana di Pos Pintu Jawa dipenuhi kehangatan saat warga berdatangan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Pendekatan yang humanis dan persuasif diterapkan oleh para prajurit, memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi mendalam, hingga pengobatan untuk keluhan ringan. Ketersediaan obat-obatan pun turut melengkapi layanan ini, memastikan setiap warga pulang dengan senyum lega.
“Kami memahami bahwa akses fasilitas kesehatan di Distrik Sinak masih terbatas. Karena itu, Satgas berupaya memberikan pelayanan medis dasar agar masyarakat tetap terlayani. Kehadiran kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban rakyat, ” ujar Kapten Inf Iswan Arahap, Komandan Pos Pintu Jawa.
Bagi Kapten Inf Iswan Arahap, kegiatan rutin ini lebih dari sekadar memberikan pengobatan. Ia melihatnya sebagai sarana ampuh untuk membangun dialog dan menumbuhkan kepercayaan yang kian mendalam dengan warga. Para prajurit tak hanya sigap menangani demam, batuk, atau infeksi ringan, namun juga tak lupa menyelipkan edukasi singkat tentang pentingnya kebersihan dan gaya hidup sehat, investasi berharga bagi masa depan kesehatan masyarakat Sinak.
Senyum lebar menghiasi wajah Buleigis, salah satu warga Sinak, yang merasakan langsung manfaat layanan ini. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Pos TNI yang mendekatkan layanan kesehatan.
“Kalau mau berobat ke fasilitas kesehatan jaraknya cukup jauh. Dengan adanya pelayanan di pos TNI, kami merasa sangat terbantu, ” katanya.
Distrik Sinak, dengan bentang alamnya yang menantang, memang kerap membatasi pergerakan warga untuk mengakses fasilitas kesehatan formal. Medan dan cuaca menjadi tantangan tersendiri. Melalui kehadiran Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya, harapan akan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin menguat, sembari menjaga kondusivitas keamanan wilayah. Pendekatan sosial yang menyentuh hati ini menjadi jembatan kokoh mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat di tanah Papua.
